Sejarah Olahraga Lompat Tinggi

Lompat Tinggi adalah salah satu daripada acara olahraga yang diminati dan sentiasa mendapat perhatian ramai. Sejak tahun 1887 & 1896 acara lompat tinggi ini menjadi salah satu cabang kegiatan olahraga yang menjadi perhatian ramai kerana pelbagai gaya lompatan digunakan oleh para atlit.

Pada tahun 2011 menjadi ajang paling meriah untuk kota Denver, Amerika Serikat. Pemenang taruhan bola online dan berbagai game esports lainnya mengikuti festival dan perlombaan olahraga yang berlangsung saat itu.

Sejarah Olahraga Lompat Tinggi

Sekitar abad ke-19 peserta lompat tinggi mendarat dan jatuh diatas tanah yang berumput dengan gaya gunting. Olahraga ini sangat terkenal di Skotlandia untuk pertama kalinya. Sebenarnya selain gaya gunting ada banyak teknik atau gaya yang bisa digunakan, namun memang pada umumnya adalah gaya gunting.

Sejarah Olahraga Lompat Tinggi

Hingga saat tercatat rekor dunia lompat tinggi adalah 1,68 meter, hingga sekarang belum ada tercatat rekor baru. Memasuki abad ke 20 teknik gaya gunting ini sudah diperbaharui oleh seorang warga Irish. M.F Sweeney’s menciptakan gaya baru yang disebut dengan “Eastern cut off” memang sekilas mirip dengan gaya gunting namun berbeda.

Cara menyebutkan gaya tersebut dengan nama gaya Timur, karena berhubungan dengan masyarakat Asia atau kawasan timur lainnya. Pelompat Amerika dan Rusia menggunakan panutan pelompat-pelompat yang lain, lompat tinggi yang cukup popular dan dari segi mekanik pergerakan.

Sejarah Olahraga Lompat Tinggi

Dalam pertandingan Olimpiade di Roma dalam tahun 1960, 17 atlit besar mengikuti perlombaan turnamen lompat tinggi di Amerika. Hanya saja mereka menggunakan beragam gaya seperti gaya gunting, guling sisi, guling straddle, dan flop. Maupun gaya baru yang tidak berlawanan dengan aturan internasional, membuat berbagai negara menjadikan olahraga ini kegiatan menyenangkan.

Diluar dari pemenang dunia ini, olahraga lompat tinggi sebenarnya agak berbahaya. Bahkan masyarakat biasa tidak diperbolehkan untuk olahraga lompat tinggi. Karena beberapa diantara orang yang melakukan adegan ini sendiri, mengalami cedera seperti keseleo bahkan paling parah adalah patah kaki.

Jumper Soviet ini mencatat ketinggian lompatan hingga 2,28 m (7 ft 5 3/4 in), dan berhasil memenangkan medali emas Olimpiade pada tahun 1964, sebelum kecelakaan sepeda motor mengakhiri karirnya. Inilah salah satu contoh atlit handal pun bisa mengalami kecelakaan dalam bermain lompat tinggi.